Senin, 20 Juni 2011

GJ UI-event for otakus

yes, tanggal 25 nanti ada GJ UI alias gelar jepang universitas indonesiaa XD
gue bakal cosu loh.. jadi female iceland dari hetaliaa
wismilak pelas

bye co7Dplay

selamat tinggal co7dplay- tunggu, emang gue siapa?
kalo gue bilang i will miss you guys, apakah gue bakal diinget juga?
sebagai teman biasa yang setiap hari menghabiskan waktu bersama, atau sebagai anak freak yang penyendiri?

jujur, gue ngerasa banyak yang gasuka sama gue.
kenapa? apakah gue anak yang tertutup?
apakah karena gue jarang ngumpul bareng kalian?

memang, gue punya teman-teman yang baik dan peduli sama gue di kelas.
tapi yang lain? mungkin kalian pada nggak peduli sama gue.
yang eksistensinya tidak terlalu diperhatikan.
gue yang selalu forever alone.

jujur, gue sangat mau berteman dan bercanda sama kalian.
gue pengen lebih terbuka. gue pengen menunjukan diri gue yang sebenarnya.
apa daya, gue bukan orang seperti itu.

gue bukan orang yang gampang berekspresi.
gue bukan orang yang gampang membuka hati dan pikiran.
nggak. gue cuma anak pemalu yang cuma bisa menantikan saat punya banyak teman.

gue minta maaf kalo gue kelihatan judes dimata kalian. yang tidak bisa tertawa saat kalian bercanda.
gue minta maaf kalo gue kurang bergaul. yang hanya bisa menatap iri pada yang friendly.
gue minta maaf atas kelakuan gue.

signed,
anak pemalu yang cuma bisa menantikan saat punya banyak teman.

Minggu, 29 Mei 2011

pengumuman hiatus

yah.. the title said it all..
gue bakal hiatus selama 2 minggu kedepan..
ada ujian yg menunggu soalnya..
ini berlaku sama acc gue yang lain yah..
-facebook
-deviantart
-fanfiction
-twitter
deelel deesbe deeste~

wish me luck~

display chapter 5

Let's get to the next group (Author sok nginggris)!

Grup 4. 3 laki-laki, dan 1 perempuan. Semuanya orang eropa. Objek pengamatan display mereka: harajuku.

"Uugh.." Dengus Luxie sebal sambil memandangi teman sekelompoknya.

Kenapa di sebal? Oh, tentu aja ada alasan logis dibalik kesebelannya ini. Kalo nggak logis ya bukan Luxie namanya. Dia bukan seperti tipe kakaknya, Nethere, yang mengejar cinta seorang gadis yang (pasti) selalu menolaknya. Atau si Vash yang... Em, oke, author ngelantur, kembali ke warteg..! (Maklum, author lagi laper)

Dia punya 2 alasan untuk sebel.
1. 2 orang dari kelompoknya bisa dikategorikan sebagai mahluk-otis-stadium-akut-yang-dia-sendiri-bingung-kenapa-belom-dimasukin-ke-RSJ. Yah, itu tentu saja karna orang waras di sekolahnya udah termasuk dying breed.

2. Kakak tersayangnya, Bella, suka sama Antonio. Bukannya dia ga tau kalo kakaknya itu lebih mengedepankan cintanya pada yaoi dibanding rasa sukanya sendiri, tapi, sebagai adik yang baik hati, tidak sombong, dan rajin menabung (dosa) sesuai dengan 7 nilai dasar labschool (?), dia tetep aja khawatir. Pasalnya, yang disukai sama kakaknya itu seorang oyabun, pedo lagi! Gimana dia nggak stress?

Luxie memandangi tingkah laku temen sekelompoknya dari tadi. Bella dengan spektakulernya memotret adegan-adegan yaoi yang tertangkap oleh radarnya bak fotografer professional yang sering ditawarin kontrak kerja di majalah playboy (?), dan tentu saja Lovino dan Antonio, lagi melakukan kegiatan mesra-mesraan seperti biasa (baca: Lovino melempari Antonio dengan tomat dan lagi bersiap-siap untuk mengulitinya hidup-hidup).

"Hoy," serunya untuk menghentikan kegiatan yang dilakukan oleh teman-temanya. "Udah dapet ide belon si, buat display?"

"Eeh? Kirain elu yang nyari ide Lux." Balas Antonio dengan innocent facenya. Luxie facepalm.

Bella yang kasian ngeliatin adenya setress di usia dini dan gamau adeknya mati muda dengan bunuh diri karena terlalu banyak nyium biogas yang dihasilkan oleh Nethere yang bisa disamakan dengan perpaduan bau sapi dan babi (?), langsung nyamber. "Emm, kalo soal ide sih, aku udah punya kok Lux."

Luxie yang seneng karena kakaknya yang dia sayangi dan banggakan masih waras, langsung menatapnya dengan pandangan terimakasih-wahai-kakakku-tersayang-yang-kucinta-mwah-mwah(?) Yang langsung bikin Bella jiper takut kalo adenya ternyata incest.

"Oh? Gimana Bell?" Tanya Lovino yang masih berusaha menjauh dari *cough*semenya*cough* (lagi).

"Ini." Katanya sambil menyodorkan kertas berisi gambar konsep display mereka. "Gimana?"

"Ooh..." Antonio langsung nyamber. "Keren bell, lu pinter!" Sambungnya dengan senyum cerah ceria secerah matahari bermuka bayi yang doyan ketawa-ketiwi gajelas (?). Bella langsung dibuat blushing karenanya.

Oh, ingin rasanya Luxie membuang oyabun pedo itu ke Zimbabwe (?), atau mendorongnya ke jurang tak berdasar sambil bilang: "SEKARANG LO UDAH GABISA GANGGUIN KAKAK GUE LAGI PRET (kampret atau kupret (?) Terserah imajinasi readers sekalian)! MWAHAHAHA!". Dunianya akan menjadi lebih tenang, damai, aman sentosa, dan penuh berkah (?).

"Emm.. Ma-makasih.." Jawab Bella.

"Okedeh, yuk, mulai aja, dari pada buang-buang waktu." Kata Lovino langsung tancep to the point.

"Yosh!"

~('w')~~('w')~~('w')~

"Yey! Selesai!" Seru Bella. Girang karena melihat hasil display yang terpampang dengan indahnya yang merupakan hasil buah pikirannya yang dari kecil dia tanam dan rawat sampe dikasih pupuk organik yang high quality dan membasmi hama dengan cara bio- HOY HOY! ITU MAH PERUMPAMAAN DOANG, BUKAN BERARTI SI BELLA PENGEN BERKEBUN BENERAN YA!

Ehem, oke, bek tu de topik!

Oiyah, tadi belon author jelasin kan displaynya? Sip, displaynya itu memakai infraboard hitam. Terus ada foto-foto gaya ngetrend harajuku style, berikut penjelasannya. Terus buat hiasannya, infraboard dihias pake bahan-bahan buat bikin baju kayak kancing, renda, deelel, deesbe, deeste, dekaka (?).

Bella mengeluarkan kotak bekal dari tasnya. Dan isinya adalah waffle andalannya. Tak lupa di lengkapi dengan lelehan coklat. Poko'e maknyos, gan!

"Waah... Kakak bikin waffle buat kita ya?" Tanya Luxie geer pas ngeliat bekal spektakuler kakaknya yang bisa bikin ngiler 7 samudra.

"Eeh?" Tanya Bella bingung. "Siapa bilang buat kalian?"

Uyeh, Luxie gondok. Gondok segede benua Asia. Kalo ada yang bilang author jahat, kalian salah besar. Author ini baik, mamen! Mana ada author yang keren bin baik lain yang bikin orang gondok berbentuk indah? Liat dong, benua asia itu indah, Berelief lagi! Palingan juga segede duren. Apa itu, duren? Lonjong, tajem-tajem lagi! (Author bilangnya begini padahal tergila-gila sama duren)

Di suatu tempat, sebuah mahluk berwujud lonjong pas baca fic ini nangis kejer sambil teriak: "MAMAK! SALAH KU APA MAK? SAMPE AKU DILAHIRKAN KE DUNIA INI DALAM BENTUK DUREN?"(Mari kita asumsikan bahwa durennya itu duren batak)

Oke, ini bukan fic crossover buah-buahan, lanjut!

"Ini buat asupanku, kok." sahut Bella sambil memasukan potongan waffle ke mulutnya.

"Waah.. Bagi dong Bel!" Kata Antonio sambil meraih kedalam kotak itu. Tapi dengan cekatan, Bella berhasil menjauhkan kotak itu dari tangan Antonio.

"Ooo.. Tidak bisaa.." Sahut Bella meniru salah satu artis kebanggaan Nesia. Lalu dia memasukan satu potong waffle yang agak besar ke mulutnya.

"Yaudah, lu yang minta ya.." Katanya sambil tersenyum. Atau itu seringaian ya...

Hap! Antonio mencaplok waffle yang masih nongol di luar multu Bella. Itu membuat orang lain bengong.

Mari kita lihat apa yang terjadi..

Antonio dan Bella, berhadap-hadapan... Muka mereka berjarak dekat, sepotong waffle bukan hanya masuk ke mulut Bella tapi ada di mulut Antonio juga.

Asdfghjkl! OMAIGATDEMSHIT! MULUT MEREKA HANYA TERPISAH 3 SENTI PEMIRSA! 3 SENTI! INI SKANDAL BARU!

Klub Jurnalistik langsung gencar memotret skandal yang terjadi. Bella pingsan sambil blushing parah. Lalu 3 orang langsung berdiri. Loh? Ko 3 orang? Bukannya cuma Luxie sama Lovino aja ya? Ooh.. Rupanya itu adalah Nethere yang ikut jebejebe.

Langsung aja mereka bertiga gebukin Antonio dengan napsunya.

"BERANI BANGET LO SELINGKUH DI DEPAN MATA GUE TOMATO BASTARD!"

"BERANI BANGET LO GITUIN KAKAK GUE! CARI MATI LO?"

"LUX! SIAPIN KOSTUM ALGOJO GUA! MAU GUE EKSEKUSI NI ANAK!"

Yah, intinya, kelompok ini berakhir rusuh juga. Author cabut dulu ya! Ciao!


TBC

display chapter 4

No opening gaje. Jas kontinu tu de poin (terjemahan bahasa kampung Author: no opening gaje. Just continue to the point)

Grup 3. 2 orang Amerika, 1 orang Eropa, 1 lagi almarhum (oke, Author jahat). Objek pengamatan mereka: Museum Sastra.

"Jadi *munch* kita *munch* akan *munch* bikin *munch* display *munch* kaya*munch* gimana? *sluuuuurp*" kata Alfred dengan bahasa planetnya. Bingung? Nggak usah bingung. Tambah bingung? Yaelah.

Kebingungan juga dirasakan sama anggota kelompok yang lain. Liat aja tuh pada cengo. Awaas... Kesambet loh!

"Lu ngomong apaan sih, hamburger shit? Ngarti aja kaga gua!" Sahut Arthur yang lagi go betawi!

"Kak..." Ucap Matthew lirih. Eh? Matthew itu bukannya kacang ya? Oh salah, itu mah mete (Author diganyang massa).

"Kesesese~ Mattie.. Mereka ribut banget ya... Gimana kalo kita *piiiip* terus *piiiip* gitu aja?" Owowow... Gil... Gil.. Tahukah kamu, kalau ada hawa-hawa tidak enak di sekitarmu? Tahukah kalian kenapa Author ngomongnya kaya di ensiklopedi abalan?

Lanjut.

Dengan secepat kilat (halah), Gilbert tepar dengan tidak elit sedetik sebelum ia berhasil menggrepe Matthew. Hmm... Sepertinya ini dikarenakan dia kena benda-benda yang berserakan di sekitarnya. Ada bungukus burger, gelas soda, dan... Apa itu kolor bergambar bendera Amerika?

Rupanya tersangka kejadian ini adalah Alfred a.k.a kakak dari si korban sendiri. Bisa dilihat ada aura hitam berkoar-koar (?) Di belakangnya. Nggak disangka, ternyata Alfred yang cute, inosen, dan bego itu (Author di mutilasi Alfed) bisa jadi serem juga...

"Albino asem... Sekali lagi lu ngegrepe ade gue, apalagi kalo dia nggak mau, siap-siap aja lo dimutilasi sama Tony!" Kata Alfred dengan suara rendah ajaran mbah Natalia yang bisa bikin bulu kuduk disko kesetanan.

Di suatu tempat seorang, atau seekor, atau sebuah (?) Alien berwarna hijau bersin-bersin heboh.

Kalau pandangan mata bisa membunuh, mungkin saat ini Gilbert udah tercincang, teraniyaya, deelel, sampe mati bersimbah darah.

"Camkan omongan gue Gibert! Kalo sampe lo ngelanggar, jangan pernah berani muncul di depan Mattie lagi! Sejak awal tak gue restui hubungan kalian! Cuih!" Lanjut Alfred dengan berapi-api.

Gilbert? Bengong.

Matthew? Shock ngeliatin kakaknya ngomong dengan dialog sinetronis garapan Nesia.

Arthur? Muntah sambil cengo (loh? Ko bisa?) Karna denger omongannya Alfred.

"Gue nggak tau lo suka nonton sinetronnya Nesia..." Kata Arthur di tengah kecengoannya.

"Oiya dong! Soalnya waktu itu Nesia ngeliatin sinetronnya dan sejak saat itu gue jadi ketagihan. Kalian juga harus nonton! Ini rekomendasi seorang hero loh!" Alfred tanpa sadar membuka aibnya.

Sementara itu Nesia yang berada nggak jauh dari mereka bersama kelompoknya, mengepalkan tangan sambil bersin (hah?).

"Watdepak? Nonton yang lebih elit lagi napa? Apake, serial tv lo kan banyak yang lebih bagus, bloody hell!" Dan saat itu juga, perkataan Arthur menombak hati Nesia. Sadis... Terlalu sadis caramuuu~ menjadikan dirikuu~ (Author karokean sendiri).

"Eng... Anu, kakak.. Aku udah ada ide nih... Buat display.." Kata Matthew berusaha menenangkan teman-temannya. Selamat Matthew. Author terharu masih ada yang normal di fic nista berisi anak-anak tuyul itu (Author digiles karakter fic ini).

Lanjut.

"Oiya? Gimana Mat?" Tanya *cough*semenya*cough*.

"Jadi gini... Kan kita bikin tentang museum sastra, gimana kalo kita bikin contoh sastra sama ada profil sastrawan ternama?" Tanya Matthew.

"Ooh... Bagus tuh... Pake itu aja gimana?" Sahut Arthur yang emang lagi mentok ide.

"Boleh-boleh! Mattie hebat!" Sahut Alfred sambil memeluk Matthew. Perlu diingat bahwa dipeluk Alfred sama kaya dipeluk gajah (emang bisa?). Biapun Author belom pernah ngerasain, tentunya ini membuat Matthew sesak napas.

"Apapun yang Mattie bilang aku mau aja- what! Lepasin Mattie kakak jahannam! Lu mau Mattie mati kehabisan napas?"

"Heh! Lu mau anceman gue tadi terjadi?"

Dan terjadilah adu bacot antara albino-sok-awesome-padahal-asem vs kakak-sok-hero-yang-brother-complex.

Mari kita lihat keadaan Arthur saudara-saudara sekalian.. Oh... Rupanya... Author nggak kuat ngomongnya... Itu... ALIS ARTHUR BERTAMBAH SATU LAPIS? (Author dibacok arthur) oh salah, maksud author, TALI KESABARAN ARTHUR PUTUS! Maaf, kepslok jebol..

Lanjut. Ehm, sampe mana kita tadi? Ohya, sampe tali kesabaran Arthur putus.

Banyak perempatan muncul di jidat Arthur. "BLOODY HELL! KALIAN TUH BISA DIEM KAGA SEEH? BIKIN ORANG NAIK DARAH AJA TAU NGGAK!" Amuk Arthur sambil menjontos kepala kedua nation sarap itu (Author digiles Alfred dan Gilbert) dengan palu milik kurcacinya. Tak lupa ia membumbuinya dengan kata-kata mutiara asoy yang keluar dengan lancarnya dari bibir seksehnya.

"A.. anu... gimana kalo kita mulai aja bikin displaynya?" kata Matthew mencoba menenangkan suasana.

"DENGERIN TUH KATA MATTHEW! UDAH BANYAK WAKTU KEBUANG GARA-GARA KALIAN TAU?" sambung Arthur yang masih mengamuk. Sabar woy... ntar keps Author jebol..

~(skip skip skip)~

"Yaudah, Mat, coba lu bagi-bagi tugas" kata Arthur sambil menghela napas kaya nggak pernah terjadi apa-apa. Padahal dia baru aja menghabisi 2 orang dibelakangnya yang tak lain adalah Alfred dan Gilbert. Kasian kali kalian berdua...

"Eng... jadi, ntar kita bagi tugasnya ada 2 orang yang bikin contoh sastra sama 2 orang lagi nyari profil sastrawan.. ada yang mau inisiatif?" jelas matthew dengan singkat, jelas, dan padat. Mirip kaya guru Author.

"Hmm... gini aja gue sama Matthew yang ngerjain contohnya, dan kalian berdua yang nyari profilnya" titah Arthur. "Ngerti..?" lanjutnya dengan suara rendah dan pandangan menusuk saat Alfred hendak menolak. Tentu aja Alfred ciut nyalinya. Gimana kalo Arthur tiba-tiba ngurangin jatah esek-esek?

"Oke, kalo gitu, ayo mulai."

~('O')~~('O')~~('O')~

Setelah berbagai macam rintangan telah berhasil dilewati (halah), akhirnya displaynya selesai juga. Hasil displaynya bagus. Puisi dan cerpen yang dibuat oleh Matthew dan Arthur bagus banget. Profil sastrawan yang dibuat oleh duo idiot itu-coret, Alfred dan Gilbert lumayan juga. Untung mereka nggak ketuker antara profil sastrawan sama pemain bola.

"Yosh! Akhirnya selesai juga.. hmm? Alfred, lo lagi ngapain?" tanya Gilbert. Penasaran dengan apa yang Alfred lakukan sejak mereka selesai melakukan tugasnya.

"Sebentar... Bentar lagi jadi..." Sahut Alfred sambil terus menulis di secarik kertas.

Yang lain, karna penasaran, mendekat kearah
Alfred. Tapi, siapa yang tau itu malah menuju suatu kecelakaan... (Misalnya ada pesawat jatuh dari langit.../Oh salah)

"Selesaaai!" Buaak! Owowow... Ternyata oh ternyata, tiba-tiba Alfred mendongakan kepalanya dengan kecepatan cahaya (halah), dan Matthew, yang berada di depan Alfred, dagunya terhantam dengan keras oleh kepalanya alfred.

Uyeh, Matthew KO dalam sekejap. Tapi sambil memegangi dagunya yang kesakitan (Oke, kalau dipikir-pikir, posisi ini aneh). Sementara Alfred tengah berada dalam posisi yang sangat asoy buat boker sambil memegangi kepalanya. Nggak lupa dengan garis-garis gloomy mirip saat Matthew sedang pundung. Yeah, mungkin saat ini kita namai mereka the pundung brothers (dirajam the pundung brothers).

Mari kita lihat reaksi 2 orang yang lain.

Gilbert: bengong sambil panik ngambil kotak P3K di UKS (?)

Arthur: cuek

2 pesan author untuk kalian berdua: 1, gilbert, berenti panik. UKE LU MASI IDUP! Dan 2, arthur, dasar uke tak bertanggung jawab! Sekedar info, tekankan kata nggak bertanggung jawab, shoot muka author dari bawah (kalo bisa sampe lubang idungnya terekspos), sertakan aura hitam dibelakang author. Pasti akan tercipta suasana dramatis.

Lanjut.

Arthur melihat secarik kertas yang dari tadi dipegang oleh alfred. Dia segera bertanya, "Oi, al, itu kertas apaan yang lu pegang?"

Alfred, seakan baru disembuhin sama ninja penyembuhnya konoha (oke, ini bukan fic crossover), langsung bangkit dan menjawab, "oh, ini puisi buatan gue! Buat Iggy!"

Langsung aja arthur blushing ngedenger perkataan sang seme-eh, alfred. "Bu..buat... Gue?" Katanya sambil shy shy cat (malu-malu kucing maksudnye) dilengkapi dengan batuk-batuk heboh para fujodanshi. Nggak tau apa emang lagi pada TBC.

"Oyah? Mana mana! Gue mau liat" seru gilbert yang baru balik dari UKS. Dan tanpa babibu mengambil kertas yang bertuliskan the-so-called-puisi dari Alfred buat *cough*ukenya*cough* tercinta. Matthew yang juga penasaran ikut melihat puisi buatan kakaknya. Setelah dibaca, tahukan kalian apa reaksi mereka? Bukan, mereka nggak meledak. Reaksi mereka adalaaaah...

TERTAWA TERDAHAk-eh, TERBAHAK-BAHAK SAMBIL GEGULINGAN DI LANTAI!

Kalo gilbert mah udah biasa... Tapi ini MATTHEW SODARA SODARA! MATTHEW! INI MOMEN LANGKA! LEBIH SPEKTAKULER DIBANDINGKAN DENGAN KUMAJIROU YANG MELOMPATI LINGKARAN API! CEPAT ABADIKAN! TURUNKAN HARGA CABE (loh?)!

Arthur yang merasa penasaran langsung merebut kertas yang dipegang Gilbert dan membacanya. Apakah readers sekalian juga penasaran? Ini dia puisinya!

IGGY

Iggy
Matamu...
Ijo butek bagaikan lumut di kolam ikannya nesia karena belom dibersiin..

Kulitmu...
Putih bagaikan edward culun ketiban tepung beras 7 karung..

Alismu...
Bagaikan ulet bulu yang sering dibasmi oleh Matthew...

Rambutmu...
Bagaikan ijuk yang sering kau gunakan untuk membasmi kecoa..

Iggy...
Kata kata tidak akan cukup untuk melukiskan rupamu...
Karna...
Aku nggak sanggup nulisnya...

By: Alfred F Jones

Perempatan jalan langsung muncul di jidat (jenong) Arthur. Dan keluarlah kata-kata mutiara yang indah, berseni, dan berukir (?) Miliknya.

"BLOODY GIT! LU NGEJEK GUA APA, KAMPREEET!" Arthur mencak mencak edan. Seluruh murid bengong. Sangkakala berbunyi. Kiamat datang.

Oh salah, lanjut.

Pergulatan semakin memanas (biarpun yang ngehajar cuman Arthur). Murid-murid yang lain berkerumun. Mathias jadi komentator. Sekolah langsung berubah jadi arena baku hantam. Pokoknya kacau banget deh pemirsah. Tapi akhirnya, kedua kubu berhasil dipisahkan oleh Gilbert dan Matthew.


T(u)B(ber)C(ulosis) DENGAN SANGAT MAKSA

display chapter 3

Oke, setelah kegajean grup 1,mari kita lanjut ke grup selanjutnya yang so pasti nggak kalah gajenya. Penasaran? Cek aja!

Grup 2. 2 orang eropa dan 2 orang asia. Objek pengamatan display: museum world bank. Ada yang bisa tebak mereka siapa?

Yap! Kalau jawaban kalian adalah duo seme-uke pelit kita dan duo kakak-ade kita yang udah sangat berumur (author dirajam china, korea, beserta fansnya), kalian betul sekali! Mereka adalah Vash, Roderich, Yao, dan Yong soo.

"Umm… jadi kita mau bikin apa nih? Konsepnya gimana?" Tanya Vash pada teman sekelompoknya.

"Pastinya aku tau, da ze! Karena konsep berasal dari Korea, da ze!" Yong soo tiba-tiba nyamber dengan sangat OOT.

"Yee.. ni anak malah main nge-klaim lagi, aru!" seru Yao sambil menjontos kepala adik hypernya dengan penuh kebencian karna Author udah bosen sama penuh cintah. Oke, abaikan curcolan Author barusan.

"Maafkan adikku yang (sangat) bodoh ini, aru…" kata Yao, mewakili adiknya meminta maaf. Samentara yang diwakili malah asik ngeklaim seperti: 'maaf itu diorijinalkan di Korea, da ze!' atau 'bodoh juga pertama kalinya dari Korea, da ze!' atau yang lebih nggak nyambung lagi 'kolor kalian juga berasal dari Korea, da ze!' sumpah nggak nyambung parah readers…

Vash dan Roderich hanya bisa sweatdrop melihat tingkah 2 kakak adek yang sangat aneh itu. Sampai sebuah bohlam muncul di atas kepalanya. Entah nyolong dari mana (Author didudukin panda).

"Ah! Aku dapet pencerahan, aru! Aku tau gimana konsepnya, aru!" teriak Yao dengan dialog film-film kung pu-eh, kung fu yang didubbing oleh voice actornya Nesia. Malahan yang tadinya dialognya bagus dan pas malah jadi terkesan lebay. Oke, lanjut.

"Oiya? Apa itu, Yao?" Tanya Roderich nggak sabaran.

"Yaiyalah, aru! Bentar, kugambarin dulu bentuknya biar nggak pada bingung. Secara, tingkat IQ kalian lebih cetek dari kolam renang anak kecil, aru!" Sambil menggambar, Yao masih sempet-sempetnya bernarsis ria.

"HEH! BERANINYA LU NGATAIN GUA PUNYA IQ CETEK! LU MAU TAU RASANYA DITEMBAK PAKE MSG-90 YA? SINI BEGONOIN PALE LO!" Vash langsung berteriak nepsong sambil mengokang senapan MSG-90 seperti yang disebutkan tadi.

"Stop! Jangan sakiti aniki, da ze! Lebih baik tembak kepala ku aja, da ze!" Yong soo ikutan lebay sambil meniru adegan telenovela. Yao langsung menatap bangga pada adik yang sudah dididiknya selama bertahun-tahun. Ternyata nggak sia-sia dia ngurusin anak bagong itu sampe berniat bunuh diri 10 kali..

Tapi rasa bangga itu nggak bertahan lama…

"Eh, bentar, da ze! Aku ralat ucapanku, da ze! Lebih baik tembak mati Shinnaty-chan aja, da ze!" Yong soo langsung meralat ucapannya setelah nyaho dengan apa yang dikatakannya. Tentu saja orang awesome seperti dia (A/N: yak, silahkan muntah), mati muda dengan tidak awesomenya. Bentar, kayaknya salah script deh. Ini mah script mahluk sok asem itu.

Lanjut.

"KENAPA KAU MALAH MERALATNYA JADI SHINNATY-CHAN, ARU?" Yao langsung berteriak frustasi sambil mencekik leher Yong soo tanpa ampun.

"Udahlah, Yao… mendingan kita bikin Displaynya aja.. ngomong-ngomong, mana konsepnya?" Roderich, sebagai nation paling waras dikelompok ini (author ditampol anggota grup 2 yang lain), menengahi pertengkarah aneh kedua kakak beradik yang juga aneh itu (author dicekek ahogenya Yong soo dan ditempeleng panda).

"Oiya, aru. Maaf ya, terbawa suasana…" kata Yao yang entah dari mana udah memegang piso dan siap menikam Yong soo.

"Mana konsepnya?" Tanya Vash dingin. Kayaknya dia masih kesel karena nggak jadi mengeksekusi Yao karena dihentikan Roderich. Yah, biapun hasrat ingin mengeksekusi Yao sama besarnya dengan hasrat ingin mengeksekusi Gayus Tambunan (lah?), kalo buat uke tercinta, apapun dilakukan deeh~

Lanjut aja sebelum author ikutan dieksekusi sama Vash.

"Ini dia konsepnya, aru!" seru Yao sambil menyodorkan kertas berisi gambar-yang-sangat-abstrak-sampe-seniman-kelas-tinggipun-nggak-tau-itu-apaan.

"Apaan tuh? Konsepnya gimana?" Tanya Vash kebingungan.

"Ya begini, aru!" kata Yao lagi.

"Begini gimana?" Tanya Roderich, makin bingung.

"Begini, ya begini, aru!" sambung Yao lagi.

SETENGAH JAM KEMUDIAN

"Ya, ampun, aru! Masa setengah jam di jelasin nggak ngerti juga, aru!" teriak Yao frustasi sambil memasang pose oh-please-gue-capek-sangat-ngejelasin-ke-kalian.

Sementara Vash dan Roderich hanya memberikan deathglare yang bilang yang-ada-elo-yang-bikin-bingung-tau-!.

"Gini lo, aru. Kan aku udah hidup ribuan tahun. Nah, pastinya uangku udah macem-macem dong. Kebetulan aku bawa contoh uangku dari zaman koteka sampe hotpants, aru!" katanya sambil mengeluarkan bungkusan berisi uang-uangnya.

Setelah dibuka, tenyata isinya, wow! Beragam mata uang china tersaji dihadapan mereka (emang makanan?)! dari yang kerang sampe emas, perak ada disini! Tinggal dijejerin sambil bilang '10.000 3, 10.000 3' deh! (diganyang readers) santai… becanda doing kok.

Lanjut.

VAsh dan Roderich ngiler tujuh benua-eh, samudra melihat mahluk indah yang ada didepannya itu.

"Yao… kamu…" kata mereka berdua serempak.

"Gimana, aru? Hebat kan, aru?" kata Yao sambil berkacak pinggang. Mengagumi keawesoman seorang China.

"Hyper sarap." Kata mereka berdua lagi dengan penekanan pada 2 kata paling bermakna sedunia itu.

"A-a-a-aru?" karna kaget, jawabannya jadi agak tergagap-gagap. Tapi kok malah jadi mirip ngerap ya?

Mereka menatap Yao, daan… "COBA LO PIKIR! UANG SEGINI KALO UDAH NGGAK DIPAKE LAGI KASIH KE GUE AJAA! LUMAYAN INI EMAS ASLI BISA DIPAKE BUAT BAYAR UANG SEKOLAHKU DAN LILI!" Teriak Vash frustasi. Kayaknya dia belom pernah denger dengan apa yang dinamakan BOS (yaeyalah..)..

Sedangkan Roderich.. "INI KAN BISA GUE JUAL DAN DIPAKE BUAT BELI MUSIC SCORE BARUU!" teriaknya sambil menempeleng kepala Yao dengan tongkat dirijennya.

"Huwaa! Aruu!"

(SFX: pak pok bug duesh gyaaaa!)

"Aku puas…" gumam Vash sambil meniup asap dari ujung senapannya.

"Aku juga…" sambung Roderich sambil mengelap ujung tongkat dirijennya yang belepotan darah.

Sedangkan Yao? Nggak usah ditanya lagi, kondisinya sekarang sangat mengenaskan…

"Yaudah deh, mending kita langsung buat display aja… kan udah banyak waktu terbuang.." tukas Roderich.

"yooo…"

~('o')~~(skip skip skip)~~('o')~

"Yosh! Selesaai!"

Karena sebelumnya belum dijelaskan mendetail tentang displaynya, sekarang akan Author jelaskan. Displaynya itu, uang-uang yang tadi di temple diatas spon timbul yang bisa buat 3 dimensi. Dengan penjelasan tahun-tahun berlakunya. Yah, itung-itung sekalian menambah pengetahuan.. ya nggak, gan?

"Aru… aku terharuu.." kata Yao disedih-sedihin sambil mengelap keringatnya. Lah, ini lagi adegan sedih bukannya ngelap mata malah ngelap keringat. Nggak beres..

"Aniki! Aku lapar, da ze! Makan yuk, da ze!" Yong soo menarik-narik lengan baju kakaknya sampe pundak kakanya kelihatan (author nosebleed) GAAHH! SKIP SKIP! AUTHOR NGGAK TAHAAN!

"Oke.. oke.. kita makan… tapi kau yang traktir ya, aru!" jawab Yao sambil menyingkirkan tangan adiknya dari lengan bajunya.

"Yeah! Oi, Vash, Roderich! Mau ikut makan nggak? Kutraktir, da ze!" seru Yong soo sambil melambai-lambaikan tangannya dengan liar.

"Boleh aja. Pokoknya apapun yang ditraktir aku ikut.." gumam Vash walau lebih tepatnya ngegerundel.

"Kau ini.."

daughter of evil lyrics- kagamine rin

Original / Romaji LyricsEnglish Translation
"saa, hizamazukinasai!"
"Now kneel before me!"
mukashi mukashi aru tokoro ni
akugyaku-hidou no oukoku no
chouten ni kunrin suru wa
yowai juuyon no oujo-sama
Once upon a time,
there was a 14-year-old queen
who reigned at the top
of a savage and ruthless kingdom.
kenran-gouka na choudohin
kao no yoku nita meshitsukai
aiba no namae wa JOSEFIIN
subete ga subete kanojo no mono
With gorgeous and luxurious furniture,
a servant whose face strongly resembled hers,
and an adored horse whose name was Josephine,
the girl held ownership over everything.
okane ga tarinaku natta nara
gumin domo kara shiboritore
watashi ni sakarau monotachi wa
shukusei shite shimae
If she should ever need more money,
she'd just wring more from her foolish populace.
If there should be anybody revolting against her,
she'd just order them purged out of her sight.
"saa, hizamazukinasai!"
"Now kneel before me!"
aku no hana  karen ni saku
azayaka na irodori de
mawari no aware na zassou wa
aa youbun to nari kuchite yuku
A flower of evil blooms sweetly
in the most brilliant colors.
Those pitiful weeds around her,
ah, will wilt away serving as her fertilizer.
boukun oujo ga koi suru wa
umi no mukou no aoi hito
dakedomo kare wa ringoku no
midori no onna ni hitomebore
The tyrannical queen was in love
with a person of blue on the other side of the sea.
However, he was taken at first sight
with a girl of green in the neighboring nation.
shitto ni kurutta oujo-sama
aru hi daijin o yobidashite
shizuka na koe de iimashita
"midori no kuni o horoboshinasai"
The queen, frenzied by her jealousy,
assembled her ministers one day,
and said to them in a quiet voice,
"Annihilate the nation of green."
ikuta no ie ga yakiharaware
ikuta no inochi ga kiete yuku
kurushimu hitobito no nageki wa
oujo ni wa todokanai
Countless houses were reduced to ashes,
and countless lives were lost.
The grief of the suffering people, however,
were unable to reach the queen's ears.
"ara, oyatsu no jikan da wa"
"Oh my, it's snack time."
aku no hana  karen ni saku
kuruoshii irodori de
totemo utsukushii hana na no ni
aa toge ga oosugite sawarenai
A flower of evil blooms sweetly
in the most maniacal colors.
Although she was quite a beautiful flower,
ah, she was untouchable because of all her thorns.
aku no oujo o taosubeku
tsui ni hitobito wa tachiagaru
ugou no karera o hikiiru wa
akaki yoroi no onna kenshi
The queen of evil must be overthrown,
so the people finally rose up to her.
The one leading the mobs
was a swordswoman wearing a red armor.
tsumori ni tsumotta sono ikari
kuni zentai o tsutsumikonda
naganen no ikusa de tsukareta
heishitachi nado teki de wa nai
People's rage, accumulated for so long,
had enveloped the entire kingdom.
The queen's soldiers, worn from years of war,
were no match against the defiant rebels.
tsui ni oukyuu wa kakomarete
kashintachi mo nigedashita
kawaiku karen na oujo-sama
tsui ni toraerareta
Finally, the palace had been surrounded,
and the queen's vassals had all fled away.
The lovely and sweet-looking queen
was at last captured.
"kono  bureimono!"
"How dare you! What insolence!"
aku no hana  karen ni saku
kanashige na irodori de
kanojo no tame no rakuen wa
aa moroku mo hakanaku kuzurete'ku
A flower of evil blooms sweetly
in the most wretched colors.
Her paradise, built solely for her leisure,
ah, was short-lived and fragily crumbled away.
mukashi mukashi aru tokoro ni
akugyaku-hidou no oukoku no
chouten ni kunrin shite'ta
yowai juuyon no oujo-sama
Once upon a time,
there was a 14-year-old queen
who used to reign at the top
of a savage and ruthless kingdom.
shokei no jikan wa gogo sanji
kyoukai no kane ga naru jikan
oujo to yobareta sono hito wa
hitori rouya de nani o omou
Her execution was scheduled at 3 p.m.,
the time when the church's bell would toll.
What could she, who was once called the queen,
be thinking about in her jail cell alone?
tsui ni sono toki wa yatte kite
owari o tsugeru kane ga naru
minshuu nado ni wa me mo kurezu
kanojo wa kou itta
Finally, the time had come,
as the bell's sound signaled her end.
The girl, who didn't even bother to look at the crowd,
made such delivery:
"ara, oyatsu no jikan da wa"
"Oh my, it's snack time."
aku no hana   karen ni chiru
azayaka na irodori de
nochi no hitobito wa kou kataru
aa kanojo wa masa ni aku no musume
A flower of evil scatters pitiably
in the most brilliant colors.
Later on, people would talk about her this way:
"Ah, she was truly a girl of evil!"