Kamis, 23 Desember 2010

perang jepret-jepretan

numpang bernostalgia ya~~

jadi, ini cerita waktu aku masih kelas 6.
waktu itu, guru-guru kelas 6 lagi pada seminar gimana cara jadi pengawas yang baik dan benar.
kurang kerjaan ga sih?
menurutku sih iya...

malesnya, udah ga ada yang ngajar, nggak boleh pulang lagi.
jadi, kita siswa kelas 6, memutuskan buat perang jepret-jepretan.
itu lho... tembak-tembakan pake karet dengan amunisi kertas yg dilipet-lipet.

medan perang ada di kelas 6A
dan suasana di kelas waktu perang itu chaos banget!
ada yang naik-naik meja, naik-naik kursi, sampe ada yang naik-naik genteng. oh, salah ya?
suasana kelas waktu itu udah kaya perang kemerdekaan.
bedanya nggak pake bambu runcing.

sementara kelas 6A dijadikan medan perang, kelas 6B jadi tempat istirahat dan ngisi amunisi.
wuiiih... 1 angkatan pada ikut semua!
kelas 6 waktu itu rusuh dan ribut banget.
anehnya, nggak ada guru yang nyamperin.
mungkin lagi pada sibuk ngajar kali ya?

sayangnya, tiba-tiba, tanpa komando pak rusnadi sama bu halimah pulang.
ngeliat kita main jepet-jepretan bak harimau liar (emang harimau bisa main jepret-jepretan ya?), mereka langsung nyeramahin kita panjang lebar tinggi(?)
ditambah dengan hukuman dua jari pak rus yang sudah melegenda dari generasi ke generasi alpas.
sad ending?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar