Esok harinya di world academy, suasana berisik menemani murid-murid yang sibuk mengerjakan display. Penasaran dengan proses kerja mereka?
Sop, pada kesempatan kali ini, Author berhasil merekam beberapa kelompok tanpa kena sambit sandal dari orang-orang tersebut. Kalo gitu, ayo kita dekati dengan jurus merekam dan jurus menguntit ajaran mbah Elizaveta dan mbah Natalia.
~('o')~~('o')~~('o')~
Grup 1. 2 orang melayu, 1 orang oceania, 1 orang eropa. Seorang perempuan, dan 3 orang laki-laki. Objek pengamatan mereka adalah taman snorkeling. Kira-kira begitulah deskripsi (nggak) penting grup 1.
Nesia, Malay, Aussie, dan Nethere. Sejauh ini, belom ada tanda-tanda kerusuhan dari mereka. Apakah mereka grup yang tenang? Oh.. tidak.. justru grup ini tergolong rusuh. Tapi sampai saat ini belum ada tanda-tanda kematian-coret, kerusuhan mereka.
"Boseen.." kata Malay sambil menguap lebar. Awas kemasukan laler ya.
"Dalem hal ini, gue setuju ama elo, Lon.." sahut Nethere sambil merebahkan dirinya ke lantai.
Kedua nation tadi sedang asik berleha-leha sampai terdengar teriakan toa seorang Indonesia yang memegang bambu runcing. "HELOOOH! Ini gue ama Aussie lagi sibuk mikirin konsep display! Kenapa elo pade malah santai getoo seeh?" teriaknya sambil memakai logat gaol alay anak Jakarta yang sangat kontras dengan aura membaranya.
"Yaudah, Nesia-chan, kamu ikut santai aja ama kita.. biar si Aussie yang mikirin konsepnya…" jawab Nether tanpa menganggap penting omongan Nesia tadi.
"Iya, kak, sama kita aja…" Malay menyetujuinya.
"LO PADA MINTA DIBUNUH APAA?" teriaknya dengan muka nepsong ingin menyoblos (?) kepala kedua nation bejat itu (dibacok Nethere dan Malay). Tapi untungnya dia bisa ditahan oleh Aussie.
"Sabar, Nes.. sabaar.. entar kalo kamu bunuh mereka, kita jadi kekurangan TKN (Tenaga Kerja Nation)!" cegahnya. "Baiklaah…" jawab Nesia dengan sedikit terpaksa. Dalem hati, Malay dan Nethere berterimakasih kepada Aussie. Wajarlah.. mereka kan nggak mau mati muda. Masa tampang oh-so-kiyudh gini dicoblos ama bambu runcing?
Tapi, rasa terimakasih mereka nggak bertahan lama. "Kalo mau, bunuhnya entar aja abis selese nih display." Usulnya yang langsung mendapat death glare dari Malay dan Nethere yang seakan bilang sialan-lo-Aus…-tak-sobek-sobek-mulut-lo-yang-nggak-ada-imut-imutnya-itu.
Lalu Aussie menjawab dengan pandangan yang seakan bilang iye,-tapi-lo-bakal-dibunuh-Nesia-duluan-sebelum-lo-bahkan-bisa-nyentuh-gue dengan nada yang mengejek dan sangat merendahkan. Dan tiba-tiba ada glaring contest antara Aussie, Malay, dan Nethere.
Lanjut.
"Saran lo bagus juga, Aussie. Makasih ya.." ucap Nesia sambil memeluk Aussie yang langsung blushing parah. Menambah keinginan Malay dan Nethere untuk membunuhnya bertambah 2 kali lipat.
Malay cepat-cepat ngomong untuk menghentikan adegan teletubbies di depannya itu. "Kakak! Kapan-kapan aku mau snorkeling di lagi dong, kak."
"Iye, tapi awas kalo lo sampe nge klaim punya gue lagi. Entar gue kutuk bakal diikutin tuyul seumur hidup lo" jawab Nesia dingin tapi mengiyakan juga. Malay hanya bisa Sweatdrop.
Tapi seketika muncul bohlam muncul di atas kepala Nesia. Ting! "Ah! Gue dapet ide bagus!" jeritnya. Bohlam di kepalanya makin menyala-nyala liar (?).
"Be-benarkah?" kata Nethere sambil bangkit dari kubur-eh, tidurnya sambil menyipitkan mata. Tak lupa perkataan lebaynya hasil menjajah Nesia selama 3 setengah abad.
"Ye eyalaah! Gue getooo!" jawabnya dengan logat yang tak kalah alay.
"A-anu.. Kak Nesia.. tolong lampunya dimatiin dulu… nggak bisa liat jelas nih!" kata Malay tiba-tiba. Entah kenapa jadi OOT.
"Yaudah si, nyong." Sahut Nesia sambil mematikan lampu di kepalanya.
~('o')~~('o')~~('o')~
"Jadi… idemu apa, Nes?" Tanya Aussie setelah adegan OOT barusan selesai.
"Gini, jadi kita kayak bikin pop-up orang lagi snorkeling gitu! Gimana? Setuju nggak?" Tanya nesia setelah menjelaskan ide yang singkat, jelas, dan padat.
Nation lain manggut-manggut. "Yah, sebenernya tadi dapet ide dari omongannya si Malay, sih. Jadi, sekali ini aja gue ucapin terima kasih buat elo" sambung Nesia dengan sedikit ogah-ogahan.
Tiba-tiba muka Malay langsung jadi cerah ceria. "Kalo gitu, sebagai tanda terima kasih, kakak peluk aku yah?" katanya dengan puppy eyes andalannya. Kedua temannya yang lain melemparkan pandangan kaget kea rah Malay. Si bocah ini langsung tancep on the spot aja!
Sementara itu Nesia hanya melihat Malay dengan tatapan jijik. "Najis lo, lon."
Seketika Malay langsung pundung karena shock udah dinajisin sama kakaknya sendiri dan diketawain abis-abisan sama temennya yang lain.
"Yaudah, kalo gitu, ayo kita mulai!" kata Aussie setelah berhasil mengontrol tawanya.
"Ayo!" jawab Nethere.
~(skip skip skip)~
"Yay! Selesai!" jerit Nesia kegirangan sambil mungusap keringat yang bercucuran dari dahinya (halah).
Hasil display itu bagus. Infraboard biru dilipat menjadi dua dan di tengahnya terdapat gambar orang yang sedang berenang ditemani sekelompok ikan-ikan angel fish dan parrot fish yang memiliki beraneka warna. Dan dibawahnya terdapat gambar-gambar terumbu karang dalam berbagai macam bentuk dan warna yang indah. Hasil pop-up dalam bentuk 3 dimensi yang enak dilihat mata. Hasil yang sepadan untuk kerja keras mereka dalam beberapa jam.
"Hore! Selesai juga, ya, Nesia-chan!" kata Nethere yang langsung mencari kesempatan dalam kesempitan dengan memeluk Nesia.
"HEH! Seenak jidat lo aje meluk-meluk gue, tulip sialan!" teriaknya sambil membanting kepala Nethere dengan jurus sikap harimau menerkam yang dilanjutkan dengan tendangan memutar atau dwifurigi kalau dalam taekwondo (Author lagi keracunan silat perisai diri sama taekwondo).
"Aduh!" jeritnya yang langsung disambut oleh tawa nggak nyante Malay. "Wahahahaha! Rasain lo, tulip! Ini karma karna lo udah ngetawain gue tadi! Ini karma! Wahahahaha!" tawa Malay sambil jejeritan gegulingan di lantai.
"Sialan lo, cebol." Balasnya kepada nation sarap yang tengah ketawa-ketawa gaje di lantai.
"Sialan! Beraninya lo ngatain gue cebol, lip (tulip maksudnya)!"
"jangan panggil gue kaya gitu, monyong."
Malay yang mendapat barang hinaan baru langsung gencar memanggil Nethere dengan sebutan itu. "Oooh.. yaudah sih LIP. Kaya lo nggak ngatain gue aja, LIP" ledeknya dengan penekanan ekstrim pada kata 'Lip'.
"Njing!" teriak Nethere sambil menerjang Malay. Hampi aja terjadi crack pairing NethereMalay yang segera ditangkap oleh radar para Fujodanshi. Tapi ternyata hanya terjadi gulat biasa dan para fujodanshi terpaksa pergi dengan kecewa sangat.
Akhirnya gulat itu berhasil dipisahkan oleh kangguru dan koala(jahannam)nya Aussie.
"Eh.. udah-udah… mending kita makan yuk! Laper nih! Lagian tugasnya udah selese!" seru Nesia kepada ketiga temannya.
Usulan Nesia langsung mendapat tanggapan setuju dari teman-temannya. "Ayo!" seru Nethere dan Malay. Emang dua ini kompak banget.
"Tapi kita mau makan apa nih?" Tanya Aussie.
"Hmm.. gimana kalo sate padang? Ada warung sate yang enak di deket sekolah. Mau?" tawarnya sambil meniru anak kecil di iklan tri, jaringan GSM mu! (ditampol readers karna promosi).
"Boleh!"
TBC DENGAN SANGAT MAKSA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar